GUBERNUR 

KEPULAUAN RIAU

Dr. H. Nurdin Basirun. S.Sos, M.Si

ARSIP

Arsip Berita

    (GPR) Kominfo

Invalid or Broken rss link.

 

Gubernur H Nurdin Basirun mengajak semua elemen masyarakat bersama-sama mendayung perahu Kepri bergerak laju ke arah kemajuan. Segala ego sektoral harus dihilangkan. Kepri harus bangkit, badai kelesuan ekonomi jangan sampai berlarut dan terulang lagi.

"Tak ada guna posisi yang strategis, potensi sumber daya yang besar, kalau birokrasi menyusahkan investasi yang ingin masuk. Ego sektoral tiap instansi membingungkan investor. Lepaskan ego sektoral," kata Nurdin saat menghadiri Seminar International Pembangunan Bervisi Maritim di Kepulauan Riau, di Best Western Premiere Panbil, Batam, Kamis (10/8).

Gubernur mengilustrasikan segala potensi itu seperti sebuah cahaya lampu yang terang. Tapi sinar terang lampu itu tidak bisa menyinari lingkungan yang paling dekat. Ternyata ada tembok yang menghalangi dan masyarakat di sekitar yang tidak mau dan mampu memanfaatkan sinar itu.

"Tembok itu seperti birokrasi yang menyusahkan, etos kerja yang tak ada, disiplin yang lemah dan itulah yang harus dihancurkan. Dengan segala inovasi dan perkembangan teknologi, sinar terang itu harus bisa dimanfaatkan," kata Nurdin menggambarkannya.

Dengan tembok penghalang sudah dirobohkan dan ego sektoral dilepas, perlahan dan pasti, Nurdin yakin Kepri kembali bergairah ekonominya. Yang terpenting adalah kemauan untuk bersama-sama menjadikan Kepri semakin baik.

Nurdin kembali mengingatkan masyarakat Kepri untuk menjadi bangsa bahari. Bangsa bahari itu punya sikap yang jujur, disiplin yang kuat, selalu bekerja keras dan memandang cakrawala jauh ke depan untuk mendapatkan hasil terbaik.

Contoh keberhasilan bangsa bahari tampak pada Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang mampu menguasai banyak wilayah

"Jangan harap berubah kawasan ini kalau kita tidak disiplin, jujur dan bekerja keras," tambah Nurdin.

Pada kesempatan itu, Nurdin juga mengingatkan kembali bahwa Kepri harus memanfaatkan potensi bahari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu industri pariwisata di Kepri juga terus didorong.

Seminar tersebut menghadirkan Prof Jay Keith Rosengard dari Harvard School University, mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Marsetio dan Agung Kuswandono Deputi II Kemenko Maritim.

Hadir juga Wali Kota Tangerang Provinsi Banten Airin Rachmy Diany, Wali Kota Kupang NTT, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bupati Lingga Alias Wello, mantan Wali Kota Batam Ahmad dan Sekdaprov Kepri HTS Arif Fadillah.

Arif saat membuka seminar tersebut mengatakan bahwa potensi bahari harus menjadi kekuatan Kepri. Karena potensinya memang sangat besar, seperti sumberdaya hayati dan nonhayati, sumber energi terbarukan, mineral dan wisata bahari.

Ada juga potensi dari sektor perikanan, baik budidaya maupun tangkap. Termasuk pemanfaatan jasa pelabuhan dan labuh jangkar.

"Semua ada, harus kita manfaatkan sebaik mungkin," kata Arif.

Mantan KSAL Marsetio menegaskan bahwa Kepri mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Semua potensi untuk meningkatkan perekonomian daerah harus dimanfaatkan dengan sebaiknya.

Marsetio juga mengingatkan kepariwisataan yang kini tumbuh sangat cepat. Apalagi Pemerintahan Joko Widodo fokus pada sektor ini. Malah tahun 2019 ada target 20 juta wisatawan asing masuk ke Indonesia.(Risa/Husna/Humas)

PPID

Pedoman Pelayanan Informasi & Dokumentasi

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

TRANSPARANSI

Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah

    BUKU TAMU

  LINK KABUPATEN KOTA

    PENGUNJUNG 

2980055
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
1893
3636
12296
59694
140685
145138
2980055

13.60%
17.22%
10.89%
2.84%
0.83%
54.62%

IP Anda : 54.80.41.172