Get Adobe Flash player
  • Tari Persembahan
  • Wisata Di Kepulauan riau
  • 1
  • 2
  • 3
  • 5

Seputar Kepri

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini100
mod_vvisit_counterKemarin622
mod_vvisit_counterMinggu Ini100
mod_vvisit_counterMinggu lalu5039
mod_vvisit_counterBulan Ini17498
mod_vvisit_counterBulan Lalu16884
mod_vvisit_counterSeluruhnya1159994

Kami Memiliki: 2 tamu online
IP Anda: 54.234.126.92
 , 
Hari Ini : 25 - Mei - 2013

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Home

Kepri Belajar Pariwisata dari Thailand

Saban tahun, Thailand selalu mampu mendatangkan jumlah wisatawan mancanegara hingga 18 juta orang. Tahun berikutnya, selalu ada peningkatan wisatawan yang mengunjungi negeri yang berpenduduk lebih 60 juta jiwa ini. Kalau melihat Singapura yang berpenduduk lima juta jiwa, saban tahun, lebih di atas 14 juta turis yang datang. Thailand dan Singapura, menjadi negara yang memang mengandalkan sektor pariwisata. Sektor ini memberi pengaruh besar dalam pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Karena itu, agaknya tak salah kalau mengadopsi dan memodifikasi apa yang sudah dilakukan dua negara tersebut dalam menggembangkan sektor pariwisata. Gubernur Kepulauan Riau, H Muhammad Sani menyebutkan, sememangnya tidak salah mengadopsi apa yang sudah dilakukan Thailand dalam bidang kepariwisataan. ‘’Inilah yang saya lihat barangkai perlu kita adopsi untuk menunjang pariwisata, di samping sosial budayanya,’’ kata Gubernur Sani.

Sani, akhir pekan lalu baru pulang mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kerjanya ke Thailand dan Singapura. Presiden ke Bangkok memenuhi undangan PM Thailand Yingluck Shinawatra dan menghadiri World Economic Forum on East Asia (WEFEA). Gubernur Sani pun diperkenalkan Presiden kepada PM Yingluck Shinawatra. Dalam pertemuan bilateral dengan PM Thailand, dibahas agenda untuk meningkatkan kerja sama Indonesia-Thailand, antara lain yang menjadi prioritas adalah peningkatan investasi dan perdagangan, peningkatan kerja sama di bidang pertanian termasuk perikanan dan ketahanan pangan, kerja sama di bidang energi termasuk energi terbarukan, kerja sama pariwisata, dan people-to-people contact. SBY melihat, kerja sama dengan Thailand penting, dan kedua negara sepakat untuk lebih meningkatkan kerja sama di bidang pertanian, ketahanan pangan termasuk perikanan.

"Kita tahu bahwa Thailand adalah pengekspor makanan pada tingkat yang tinggi pada tingkat dunia. Dengan kerja sama yang baik, kita akan bisa meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian kita. Oleh karena itu, kerja sama yang akan kita tingkatkan termasuk research development and innovation," ujar SBY. Dalam pada itu, Gubernur Sani melihat cara Thailand dalam mengelola kepariwisataannya. Negeri Gajah Putih ini mengoptimalkan potensi wisata secara baik. Ekonomi kreatifnya sangat bagus, dengan wujud sovenir-sovenir dikemas sedemikian rupa. ‘’Bagus dan murah dan menggambarkan juga sosial budaya dari daerahnya,’’ kata Sani.

Selain itu, mereka juga menyuguhkan makanan-makanan aslinya, terutama buah-buahan. Di sana diserukan hingga hotel bintang lima, buah-buah lokal tetap diberikan. Ada manggis, mangga dan lainnya dengan kualitas yang bagus. Sungai-sungai, seperti Sungai Chopraya, dimanfaatkan sedemikian rupa untuk mendukung kegiatan kepariwisataan. Ada yang dihias sedemikian rupa, sehingga tampak begitu indah di malam hari. Satu yang menarik perhatian Gubernur adalah kebersihan sungai-sungai itu. Kebersihannya sangat terjaga. Ada pasukan kuning (pembersih sampah) untuk sungai-sungai itu. Mereka menggunakan perahu kecil untuk membersihkan sungai-sungai itu. Pola inilah yang menurut Gubernur harus diadopsi. Laut-laut Kepri harus dalam keadaan bersih.

Dalam sebuah rapat membahas perkembangan bandara, yang juga dihadiri Sekda Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan, Gubernur menyampaikan hal itu. Apalagi Tanjungpinang baru mendapatkan Adipura, lambang kebersihan sebuah kota. Barangkali, Gubernur ingin laut-laut di Kota Tanjungpinang juga bersih.’’Buat pasukan kuning di laut. Saya lihat di Thailand, mereka aktif membersihkan dengan kapal motor kecil,’’ kata Gubernur. Tentu ini menjadi PR Pemko Tanjungpinang dan daerah lainnya di Kepri, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga laut tetap bersih. Lokasi yang bagus, pelayanan yang prima, baik di hotel dan lokasi wisata lainnya, tentu membuat pengunjung selalu terkesan. Bahkan berpikir untuk datang kembali. Jumlah wisatawan yang berkunjung dalam volume besar ini, memberi dampak bagi sektor lainnya. Seperti usaha kecilnya berjalan.

Makanan khas, baik kering maupun makanan basah tampak laris. Presiden SBY pun, dalam kunjungan kerjanya ke Bintan, akhir pekan lalu juga meminta agar Kepri mengoptimalkan objek wisata yang ada di Kepri. Bahkan, kata Sani, Presiden minta diselenggarakan even spektakuler yang bisa lebih menarik turis-turis datang ke Kepri. Kepri sendiri, tahun lalu dikunjungi sebanyak 1,7 juta wisatawan asing. Tahun ini diharapkan kunjungan itu terus meningkat. Gubernur pun melapor kepada Presiden soal sudah selesainya ground breaking Bandara Bintan Resort yang selesai tahun 2015 nanti dan diperkirakan akan ikut meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Kepri, khususnya Lagoi. Apalagi, untuk pariwisata, Kepri punya semua potensinya, baik wisata alam, sejarah, religi dan lainnya. Kata Sani, nanti akan dikemas festival tahunan yang terdiri olah raga yang bersifat fun, kuliner, kultur yang dikemas sedemikian rupa, yang menjelajah Batam, Bintan dan Karimun. ‘’Tentu dikemas acaranya, perjalanannya, promosinya, sehingga dengan demikian akan menarik minat turis mancanegara,’’ kata Sani. Malah, Juli ini akan ada pertemuan lagi dengan Jakarta untuk membahas masalah ini. Gubernur menyebutkan, perhatian Presiden terhadap pembangunan ekonomi di Kepri cukup tinggi yang bisa dikembangkan. Salah satunya di bidang pariwisata. ‘’Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,’’ kata Sani.***

{alt}