DISKOMINFO KEPRI – Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Provinsi Riau, serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepri dan Riau meneguhkan komitmen bersama dalam pembangunan dan penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis mengoptimalkan kinerja birokrasi dan percepatan pembangunan.
Gubernur Ansar Ahmad menerima penghargaan dari Kepala BKN Zudan Arif Fakhrulloh. (Enji/DISKOMINFO KEPRI)
Komitmen tersebut dituangkan melalui Penandatanganan Komitmen Bersama yang dilakukan oleh Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, serta para Bupati/Wali Kota se-Kepri dan Riau di Balairung Wan Seri Beni, Senin (12/1/2025).
Dalam sambutannya, Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa pertumbuhan Indonesia—termasuk Kepulauan Riau—tidak terlepas dari peran strategis ASN sebagai pelaksana kebijakan dan anggaran negara.
“APBN kita sekitar Rp3.600 triliun dan APBD sekitar Rp1.300 triliun. Yang mengeksekusi adalah ASN. Karena itu, ASN harus berada dalam satu barisan yang teguh dengan arah yang jelas, yakni Asta Cita,” ujarnya.
Jumlah ASN Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta orang. Presiden, ujar Zudan, berpesan agar pemerintahan berjalan efektif, dengan kunci pada kejelasan target yang harus dicapai. Ia juga mengapresiasi lonjakan penerapan manajemen talenta di berbagai instansi.
“Saat saya menjabat Kepala BKN, baru 42 instansi yang menerapkan manajemen talenta. Kini meningkat signifikan menjadi 122 instansi. Tahun 2026, kami menargetkan sekitar 350 kementerian, lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota telah menerapkan manajemen talenta,” jelasnya.
ASN Motor Penggerak Utama Ekonomi
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk menjadikan daerahnya sebagai lumbung pertumbuhan ekonomi di garis terdepan wilayah perbatasan negara. Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan terletak pada optimalisasi ASN sebagai motor penggerak utama.
“Manajemen talenta memungkinkan kita mengidentifikasi potensi, kompetensi, dan kualifikasi ASN secara tepat,” ungkap Ansar.
Ia memaparkan capaian Indeks Sistem Merit Provinsi Kepulauan Riau yang terus meningkat sejak 2021 hingga 2024, dari 296,50 poin (kategori Baik) menjadi 330,50 poin (kategori Sangat Baik), serta Indeks Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dengan nilai 82,58 berpredikat Baik. Selain itu, Pemprov Kepri juga meraih peringkat Terbaik Kedua Nasional Inovasi Pengelolaan Kepegawaian 2025 dalam ajang BKN Awards 2025.
“Prinsip the right man in the right place at the right time harus menjadi fokus kita. Ke depan, pemanfaatan teknologi mutakhir seperti AI, big data, dan Internet of Things juga akan terus kami dorong, seiring masuknya era 5.0 yang memadukan ruang siber dan fisik,” tambah Ansar.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Ansar Ahmad turut menerima penghargaan penerapan manajemen talenta untuk Provinsi Kepulauan Riau dari BKN. Selain itu, rekomendasi penerapan manajemen talenta juga diberikan kepada Kota Dumai, Kota Batam, dan Kabupaten Rokan Hulu.
Acara ini turut dihadiri Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman, serta Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Purjiyanta, beserta jajaran pejabat terkait lainnya. (ron)