GUBERNUR 

KEPULAUAN RIAU

Dr. H. Nurdin Basirun. S.Sos, M.Si

ARSIP

Arsip Berita

    (GPR) Kominfo

Invalid or Broken rss link.

Ketua LKKS Kepri Hj Noor Lizah Nurdin Basirun menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan kelompok masyarakat yang harus dijauhi atau kucilkan. Mereka harus dijadikan anugerah ciptaan Tuhan yang harus sama-sama diberi perhatian dan penanganan lebih.

“Salah satunya Insya Allah kita akan membangun Sekolah Luar Biasa di setiap Kabupaten/Kota seluruh Provinsi Kepri,” kata Noor Lizah saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2017 di Aula Asrama Haji Batam Center Kota Batam, Rabu (6/12) pagi.

Tampak hadir pada peringatan itu anggota DPRD Kepri dr. Yusrizal, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Misni, tokoh masyarakat Kepri Ibu Sri Sudarsono, Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kepri Lagalo dan Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan Kepri Ibu Emilda.

Pada kesempatan itu, Noor Lizah juga membacakan sambutan Menteri Sosial Khofifah Indar Parwansa. Menurut Menteri, tahun 2006 PBB telah berhasil mengintegrasikan agenda-agenda pemenuhan hak dan kesejahteraan Penyandang Disabilitas kedalam pelaksanaan 17 tujuan

“Sustainable Development Goals (SDG’s)”. Ikrar SDG’s yang dikenal dengan slogan no one left behind dimaknai sebagai sebuah janji untuk ‘tidak meninggalkan siapapun di belakang’. Hal ini telah menjadi pesan yang kuat bahwa Penyandang Disabilitas adalah penerima manfaat dan sekaligus agen perubahan yang dapat dengan cepat mengikuti proses menuju pembangunan inklusif dan berkelanjutan, serta turut mempromosikan masyarakat yang tangguh.

Bagi Indonesia, kata Menteri, peringatan HDI tahun 2017 ini memiliki makna khusus karena setelah disahkannya UU no. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas maka kita memiliki tonggak yang semakin kokoh dalam melaksanakan inklusifitas penyandang disabilitas.

“Melalui moment peringatan HDI, tidak bosan-bosannya untuk mengajak kita semua melakukan refleksi atas perubahan paradigma dari apa yang telah kita lakukan pada masa lampau, serta menyiapkan segala kemungkinan menghadapi masa yang akan datang yang penuh dengan tantangan sekaligus harapan,” katanya.

Saat ini telah terdapat beberapa Provinsi yang telah memiliki Peraturan Daerah tentang Penyandang Disabilitas, Kepri salah satunya. Selain itu ada juga beberapa daerah seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kepulauan Bangka Belitung dan Jawa Barat.

Menteri Sosial juga mengimbau kepada segenap komponen bangsa untuk bersama-sama melakukan keberpihakan pada penyandang disabilitas. Merealisasikannya melalui pelibatan secara aktif dalam berbagai aspek kehidupan, mengalokasikan anggaran instansi/lembaga di tingkat pusat maupun daerah, mendorong kemitraan dunia usaha dan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk membangun masyarakat inklusi, tangguh dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.

Pada acara dengan tema Menuju Masyarakat Inklusi, Tangguh dan Berkelanjutan itu, Hj Noor Lizah juga menyerahkan bantuan berupa kursi roda, jam tangan braille, tongkat ketiak, tongkat tuna netra, alat bantu dengar (hearing aid) dan alat bantu berjalan.(adeansyah)

PPID

Pedoman Pelayanan Informasi & Dokumentasi

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

TRANSPARANSI

Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah

    BUKU TAMU

  LINK KABUPATEN KOTA

    PENGUNJUNG 

3505679
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
146
3145
6870
20398
32048
107076
3505679

13.96%
17.30%
10.17%
2.63%
0.87%
55.07%

IP Anda : 54.163.61.66